Gambaran Umum Proses Konsolidasi
1.
Gambaran
Umum Proses Konsolidasi
Secara umum, prosedur dan proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi
diawali dengan penggabungan dengan cara menambahkan secara bersama-sama laporan
keuangan yang terpisah yang terdiri dari dua entitas atau lebih. Kemudian,
dilakukan penyesuaian dan eliminasi terhadap transaksi yang terjadi di dalam
satu grup. Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi akan menjadi masalah
apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%.
2.
Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan
konsolidasi disusun dengan menggabungkan laporan keuangan entitas induk dan
laporan keuangan entitas anak. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi,
setiap akun antarperusahaan harus dieliminasi karena entitas induk dan anak
dianggap satu.. Karena itu, prosedur penyusunan laporan konsolidasi menjadi
sebagai berikut:
Laporan Konsolidasi = Laporan entitas
induk + Laporan entitas anak – Akun antar perusahaan
Laporan
konsolidasi berasal dari penggabungan saldo akun-akun laporan keuangan entitas
induk dan entitas anak.
Kas konsolidasi
disajikan dengan menjumlahkan kas induk dank as anak. Piutang
konsolidasi disajikan dari hasil penjumlahan piutang induk serta anak dan
apabila terdapat piutang antar peruahaan, jumlah piutang antar perusahaan
tersebut dikurangi sehingga diperoleh piutang konsolidasi yang mencerminkan
bahwa entitas induk dan anak adalah satu.
Penyusunan laporan konsolidasi
akan menjadi lebih akurat apabila akun antar perusahaan diperhitungkan dahulu,
baru kemudian dilakukan konsolidasi akun-akun laporan keuangan entitas induk
dan entitas anak.
Berikut
ini adalah prosedur penyusunan laporan keuangan konsolidasi :
1.
Menyusun kertas kerja
Penyusunan
kertas kerja dilakukan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
2.
Mengeliminasi semua rekening timbal
balik
Rekening timbal
balik adalah rekening yang dicatat oleh kedua belah pihak (induk dan anak)
untuk suatu transaksi yang sama.
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi
digunakan tiga metode, yaitu :
1.
Metode ekuitas
Pencatatan
investasi saham pada anak perusahaan dengan metode ekuitas, didasarkan pada
anggapan bahwa investasi pada anak perusahaan sejajar dan sama dengan investasi
pada perusahaan-perusahaan cabangnya. Diterapkannya metode ekuitas didasarkan
atas fakta bahwa induk perusahaan dan anak perusahaan merupakan
bagian-bagian dari satu kesatuan usaha, seperti hubungan antara Kantor Pusat
dan Cabangnya.
2.
Metode ekuitas tidak lengkap
Metode
ekuitas tidak lengkap digunakan oleh beberapa perusahaan didasarkan pada asumsi
bahwa penerbitan laporan keuangan konsolidasi hanya sebagai laporan keuangan
yang disiapkan bagi para pemegang saham.
3.
Metode biaya
Perusahaan
induk mencatat pendapatan ketika investasi saham perusahaan anak memperoleh
deviden dari saham tersebut.
EmoticonEmoticon